Kamis, 31 Mei 2012

Seperti pagi itu

Terbangun karena suaranya
Terduduk karena aroma semangatnya
Berjalan dan tak pernah berhenti..
Tak akan pernah berhenti..

Rasakan itu dalam sibakan suatu masa
Terdengar aku memanggil masa itu untuk kembali lagi temani hari
Bukan hanya di setiap mimpi
Jutaan potret terekam dan terputar lagi
Lewat angin yang dihembuskan pagi
Lewat teriakan yang tak ku mengerti akan artinya
Semua terulang dalam naluri..

Rabu, 30 Mei 2012

Jauh lebih Damai

Rintik..
Dan ku biarkan menjadi deras
Biar terus menjadi deras

Rerumputan masih terus mencoba menghibur
Masih terus mencoba tuk tetap menjadi hijau
Masih tetap lembab dengan embun yang mendekapnya di sela dingin
Masih tetap indah..

Ungu yang aku kenakan..
Tetap menjadi ungu skalipun tinta hitam tlah menodainya
Dia akan tetap menjadi ungu..

Dalam pekatnya sore hari
Dalam indahnya nuansa mentari yang bersedia mengundurkan diri dari kuasanya akan siang
Dan aku memandang dari jendela di ketinggian
Dan masih terdekap,

Dan dalam damai dalam suasana basah di tengah kota
Bahagia ku jauh lebih indah..

~BC~
May 30, 2012.

Rabu, 23 Mei 2012

itu memang aku

Dan semua yang kau ceritakan
memang benar tentang aku..
Dan apa yang dibicarakan sang dermaga
memang benar tentang aku..
Dan apa yang disuarakan oleh hembusan sang angin
juga benar masih tentang diriku..

Memang benar adanya
cerita tentang ranting yang rapuh
memang benar adanya
cerita tentang secarik kertas yang tergulung ombak
yang mungkin bisa saja jadi hancur
tapi bukan itu yang aku takutkan..

Dan saat ini tertulis lagi
terungkap lagi ..
entah membalut atau justru mematahkan sang ranting..

Jumat, 18 Mei 2012

kamuflase

"Seperti daun talas
  tak pernah menjadi basah
  tak pernah menjadi layu karena hujan
  tapi entah dengan dingin yang dia rasa..

  Seperti batu besar diatas bukit itu
  besar seolah perkasa
  tapi tak mengerti tentang rasa akan sakitnya terkikis hujan.."

May 18,2012
~BC~

Kamis, 17 Mei 2012

lalu mau apa?

"Malam ini bukan aku berlagak bak seorang penyair
 Maaf juga, bukan aku menirukan suara pujangga..
 ya.. inilah deretan yang memang seharusnya menjadi barisan yang tercipta.

 ya sudah mau apa,
 aku memang mencintai kata
 aku memang mencipta
 dan itu memang aku..

 jika terusik tinggalkan saja
 karena aku tlah lihat wajahmu beku menatapku..."

May 17, 2012.
 ~BC~

Rabu, 16 Mei 2012

terbiasa gelap

"Saat-saat ku pejamkan mata adalah saat dimana aku harus terdampar pada pusara keindahanmu
  Satu waktu, ku beranikan diri untuk kembali menatap matahari
  Perih karena tlah terbiasa gelap.."
  BC, May 16,2012.

Selasa, 15 Mei 2012

pasti akan tetap terbentang

Dan inilah sayapnya yang ku yakin akan tetap terbentang
Pernah patah memang
Dipatahkan oleh sejuta orang yang berkendara
Dan melindasnya..

Wah.. bukan hanya luka tapi perih
Seperti hampir saja mati
tapi keyakinan membawa hidup baru
sekalipun harus terlahir kembali
Tapi tak menyesal..

Ini jalannya.. tetap diangkasa
Dan jutaan orang akan melihat dia terbang dengan anggunnya
Tersipu cantik..
Putih..

Dan aku akan jadikan mimpi sebagai satu yang nyata
Meski mimpi itu sempat terlupa
karena sibuk mengurus rasa sakitnya
Ahh.. tapi masih akan ada jalan menuju gunung itu..

Senin, 14 Mei 2012

bukan aku yang hapus

Tergambar sebuah jembatan dalam kertas yang ku lukis dengan crayon
Tapi memang disana pula ku gambar tebing yang begitu curam di tepinya
Entah tangan ku yang salah atau memang tebing itu memang harus ada disitu

Dan dalam malam ku tinggalkan gambar itu,
lalu pergi ke arah gelap untuk sebenarnya menjadi terang
dan dalam terang justru kulihat gambar itu tlah berubah,
jembatan itu bukan aku yang hapus,
hanya ada jurang ..
curam..

Jumat, 11 Mei 2012

Sudah menggigil

Memang sudah kurasa dingin
Sudah menggigil,

Angin belum juga berhenti,
Badai belum juga mereda..

Apa yang kurasa adalah sakit dalam tulang rusukku..
Seperti rapuh..

Kosong, hilang, gelap dalam mataku
Sekalipun mawar menggodaku untuk nikmati merahnya..
Tapi aku belum mampu..

Kamis, 10 Mei 2012

Kali ini aku mau tau

Satu musim aku biarkan berlalu dengan badai yang datang di setiap harinya
Tak mau peduli dengan apa yang telah terlempar oleh angin
Tak pun mau dengar dari arah mana angin itu berhembus
Pagi ini hal itu seolah terusik
dan aku ingin tau untuk semua itu

Temukan hari ini dan kemarin memang gelap
Tapi masih ada hari tergelap
Dan tlah mampu lalui itu

Bukan berarti hidup tak ada arti
Tapi memang sebatang pohon itu kurasa kuat menahan badai

Dan di pagi ini pula
Ku biarkan badai terus berhembus
Terus menghembus
Dan terus hancurkan segala yang ada di muka bumi ini

Tapi maaf, semua itu tak mampu hancurkan ku disini...

Rabu, 09 Mei 2012

Pagi

Aku mengambil tujuh cahaya tuk urai senyum di pagi ini
coba untuk harmonisasikan nada pada hentak, pada jejak, dan pada langkah yang membaur diatas tanah
Rasio ku pagi ini terus mencoba untuk menjadikanku amnesia..
Berharap hari ini memang benar hari lahir ku, bukan dulu..
Dan pandangan yang tercipta dari mata ku
hanyalah kuharapkan untuk melihat sang pelangi
meski tanpa hujan..
Dan tubuh yang terdiam, tersentak pada keadaan yang membuatku langsung segera berdiri
Pergi..

Aku berharap ke tujuh cahaya itu bersinar
Namun salah satunya redup, bahkan mati..
Membuatku tak terangkat sempurna
Lalu kupaksa jatuhkan badanku lagi ke bumi, sebelum terlalu tinggi..

Apapun itu, kurasa pagi ini tetap milikku...

Selasa, 08 Mei 2012

Putih..

Hey, memori ini terpasung di depan lift

Cantik saat itu
Dalam lirik terlihat memuji
Dalam senyum terlihat tersipu

Putih,
Putih,
Dan putih..

Tak ingin terhenti, Mati
Namun entah mengapa jarum jam lebih suka berputar
Mengitari angka-angka yang justru membuat mawar lebih cepat layu..

Dari atas ketinggian

Dalam lampu sorot itu yang justru membuatku tersenyum
Dalam gemerlap diatas ketinggian ini aku merasa semua begitu berarti
Dan aku tak ingin pulang
Dan aku tak ingin kembali pada masa itu
Meski aku tak mampu biaskan rasa..

Jangan masukan aku dalam kotak keramik
Yang justru buatku sulit untuk bernyawa
Dan jangan masukan aku dalam terali
Tak ingin lagi terpasung..

Nikmati mereka

Entah seberapa sakitnya air hujan
Yang biarkan dirinya jatuh jauh dari awan yang selama ini melindunginya

Entah seberapa lukanya tetesan itu
Yang jatuh terjerembab dan membias dalam tanah

Entah seberapa perihnya sang surya
Yang rela terbakar demi secercah cahaya

Dan entah seberapa lelahnya purnama
Yang harus terus bersinar tatkala semua justru terlelap dalam gelap

Minggu, 06 Mei 2012

Inginkan dia..

Pagi yang membelakangiku..
Tak ingin hadir dan tampak tersenyum..
seolah menutup wajah dan tak lagi ingin menoleh..
Tapi Dia berkehendak lain.. senyumnya masih terbentuk dalam ukiran masa lalu..
Tapi sayangnya dia bkn hnya skedar dari masa lalu..dia akan slalu ada..
Skalipun bumi ini mati.. skalipun aku sendiri hrus mati.. tapi cinta ini tak akan mati..

Jangan izinkan aku lelah tuk tetap merindukannya..
Jangan izinkan fikir ini menghapus bayangannya..
Dia harus selalu ada..
Rindu ketika tangan halus itu menyuapi ku disaat aku merintih..
Rindu ketika jemari lembut itu memijat disaat aku mengeluh..
Dimana dia saat ini??sosok yang seharusnya masih ku butuhkan..
Sosok yang seharusnya masih temaniku seandainya aku mampu bahagiakannya..

Kecewa dengan diri ini sendiri..
Terlalu bodoh..atau memang sudah harus begini..
Tak lagi perduli dengan rasio dan logika..
Aku hanya ingin perasaan ini terbayar..
Aku hanya ingin rindu ini tak lagi terpenjara dalam terali kumuh..
Seolah aku tak mampu lagi menjadi manusia..
Tapi ternyata dia slalu harapkan ku tuk mampu seperti dirinya..

Jauh ke atas

satu tempat telah kau pijak,
perlahan jauh ke atas,
rasa ini tetap mencari,
mengais puing2 kasih yang dulu pernah jadi istana.
Aq anakmu,

seperti bunga putih diatas pusara mu,mungkin aq tak selayak itu.
Ingin kau mendekap dalam mimpi,merajai setiap alasan dari peluh keringat qu..
Tetap disini,bunda..

Ini yang ku mau

izinkan aq mencinta malam,
seperti sedia kala aq bermesraan dengan pagi.
Disaat ku mampu,maka izinkanlah..

Tak pernah datar

Butuh terpejam tuk kembali lg melihat
butuh terdiam tuk kembali lg bergerak
btuh terjatuh tuk kmbali lg berdiri
sekalipun mungkin tak akan pernah terjatuh jika saja tak berlari
..dunia tak pernah datar..
Bergerak & tetap bergerak indah

izinkan khayal hanyutkan mimpi
biarkan mimpi tenggelam dalam nyata
dan biar hanya nyata yang akan hadir dalam masa..

Begitu benar, begitu salah

bukan aq memang permata yang berbinar itu
entah apa yang mereka lihat dari sisi keelokanku
aq perak saat ini.
Dan belum terukir..aq butuh pahatan indah dalam naluriku
bebas dari rasio yang kadang mengkotak-kotakan sayapqu
aq tak hanya ingin merangkak,aku ingin berlari,hingga tangan ku menggapai ketinggian
aq benci sebuah dendam,ku jauhkan itu dari apa yang mampu kulihat dalam amarah
aq memang mencinta diam,tp bukan berarti akalku terpasung

Tak punya muka

tak ada muka di hadapnya
tersesat dalam hutan yang menghujan
redup bagai matahari yang kini tak lagi mampu menjadi lentera
dulu tak sepadam ini
tentu ketika sang cahaya masih bersedia bagikan sinarnya atau entah aq sendiri yang menutup mataqu dari sinar yang memang tanpa sengaja telah dia pancarkan untuk hdup ini
pencerahan,
mungkinkah temukan itu dalam gelap,dalam jauhnya tempat ini dari haribaanmu?

Ku jaga dalam terang

lagi-lagi aq mencinta alam
mengundang malam dlm senandung irama yg tak kunjung aq mgerti
aq hanya ingin terdiam bersamamu,meski jauh d tempatmu
saat ini ku coba tarik awan hingga tutupi matamu dri kacau qu..
Ku layangkan alunan gitar emas ku,smbil aluni senandung mu dlm terang..
Aq hanya ingin bhagia mu.